informasi seputar teknologi

7 Tanda Terkena Sinusitis, Obati Sebelum Terkena Meningitis

Peradangan bisa terjadi dimana saja dan dapat diakibatkan oleh berbagai macam hal. Jika inflamasi tersebut berlangsung di area sinus kamu, maka bisa dibilang kamu tengah menderita sejenis penyakit yang disebut sebagai sinusitis.

Sinusitis tersebut bisa menyebabkan pembengkakan di sinus sehingga memicu rasa sakit dengan tekanan yang tumpul. Kamu mungkin akan merasakan rasa sakit di area yang lainnya, seperti di dahi, kedua sisi hidung, rahang atas, gigi, dan diantara mata. Seringkali kondisi ini pun bisa membuat kamu terkena sakit kepala. Pada kasus yang jarang sekali terjadi, sinusitis yang tak diobati bisa mengakibatkan komplikasi berupa meningitis, abses otak, atau infeksi tulang.


Dengan begitu, penting bagi kita untuk mengetahui tanda dan gejala terkena sinusitis sebelum berubah menjadi parah. Pastikan kamu memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut jika memiliki tanda-tanda di bawah ini.

1. Hidung Tersumbat atau Meler

Saat kamu mengalami infeksi sinus, maka ada satu atau lebih sinus yang tengah meradang dan menumpuknya cairan di sana, sehingga seringkali menyebabkan hidung tersumbat atau malah meler.

Untuk mengatasi gejala yang satu ini, setidaknya ada 7 cara yang bisa kamu lakukan, diantaranya:

1. Minum banyak cairan agar tubuh tetap terhidrasi degnan baik saat menghadapi pilek.

2. Minum teh panas.

3. Gunakan uap panas ke wajah.

4. Mandi air panas.

5. Gunakan pot neti yang bisa kamu beli di apotek atau secara online. 

6. Makan makanan pedas.

7. Konsumsi suplemen capsaicin.

Dikarenakan pilek biasa dan sinusitis cenderung memiliki gejala yang sama, maka kamu harus memperhatikan warna dahak yang dikeluarkan untuk bisa membedakannya. Jika dahak yang dikeluarkan memiliki warna bening, itu artinya kamu hanya menderita flu biasa. Tetapi jika lendir tersebut berwarna kuning atau hijau, kemungkinan itu adalah infeksi sinus.

2. Nyeri di Area Wajah

Karakteristik lainnya yang seringkali muncul pada penderita sinusitis. Nyeri ini bisa terjadi di beberapa area sinus secara bergantian atau sekaligus di saat yang bersamaan. Seringkali muncul di bagian bawah sinus, atas mata, atau belakang hidung. 

Pembengkakan dan peradangan yang terjadi di sinus juga bisa membuat kamu mengalami rasa sakit yang terasa menekan dan tumpul.

Kondisi ini biasanya diawali dengan gejala yang mirip seperti pilek. Bisa muncul secara tiba-tiba dan berlangsung antara 2 hingga 4 minggu lamanya. Sinusitis subakut biasanya akan membuat kita mengalami nyeri di wajah dan berlangsung selama 4 bahkan 12 minggu. Sementara sinusitis sudah disebut kronis jika telah terjadi lebih dari 12 minggu.

Gigi kamu juga akan merasa kesakitan sebagai akibat dari jaringan yang melapisi sinus menjadi meradang dan bengkak, dan adanya tekanan sinus serta drainase dari infeksi itu sendiri. Nyeri biasanya akan kamu rasakan pada gigi bagian belakang atas karena paling dekat dengan sinus. 

3. Sakit Kepala

Sakit kepala yang disebabkan oleh sinusitis biasanya akan menyebar dan terasa menekan area mata, pipi, dan dahi. Kepala kamu juga akan terasa berdenyut tanpa henti.

Saat tanda sinusitis ini terjadi, biasanya tidak bisa diatasi hanya dengan obat OTC biasa. Sekalipun rasa sakit mereda, seringkali muncul kembali dengan durasi dan intensitas yang lebih parah. 

Jadi, kamu harus melakukan cara berbeda demi mengobati sakit kepala akibat sinusitis, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Gunakan neti pot. Campuran antara larutan garam dan air tentunya bisa membersihkan saluran hidung kamu secara aman. 

2. Gunakan obat semprot hidung yang bisa kamu beli di apotek terdekat.

3. Pastikan terhidrasi dengan minum air secukupnya.

4. Beristirahat yang banyak.

5. Gunakan metode uap air panas ke area wajah.

6. Banyak makan makanan yang mengandung rempah-rempah menyehatkan, terutama jenis yang pedas.

7. Tambahkan kelembapan di ruangan sekitar dengan menggunakan air humidifier (pelembab ruangan).

Jika diobati dengan benar, maka sakit kepala akibat sinusitis biasanya hanya berlangsung kurang dari 8 minggu atau tidak terjadi lebih dari 3 kali dalam satu tahun dengan setiap kekambuhannya hanya berlangsung tidak lebih dari 10 hari saja. 

4. Post-Nasal Drip

Sinusitis juga umumnya akan membuat kamu mengalami sejenis kondisi yang disebut sebagai post-nasal drip, atau menetesnya cairan hidung ke bagian tenggorokan kamu. Seringkali kondisi ini akan mengiritasi tenggorokan dan membuatnya menjadi terasa sakit.

Kondisi ini lumayan cukup parah dan harus menjalani perawatan secara rutin. Oleh karena itu, banyak dokter yang menyarankan kita untuk segera mendapatkan pertolongan medis jika tanda yang satu ini berlangsung lebih dari 10 hari.

Post-nasal drip biasanya bisa diobati dengan 3 cara, yaitu:

1. Mengonsumsi obat-obatan seperti guaifenesin.

2. Menggunakan semprotan hidup atau neti pot demi mengeluarkan lendir, bakteri, alergen, dan bahan iritasi lainnya dari dalam sinus kamu.

3. Nyalakan humidifier atau pelembab ruangan selama 24 jam tanpa henti. Jika ingin menghemat, kamu bisa menyalakannya di malam hari saat kamu tengah tidur.

5. Radang Tenggorokan

Akibat adanya tetesan ke belakang area hidung dan tenggorokan yang kita kenal dengan istilah post-nasal drip, maka bisa menyebabkan tanda dan gejala tambahan berupa radang tenggorokan. Meskipun gejala diawali dengan sensasi menggelitik yang mengganggu, tetapi seiring dengan berjalannya waktu maka tenggorokan kamu pun akan semakin teriritasi dan kemudian ikut meradang.

Terlebih jika tetesan tersebut membawa bakteri yang terus berlanjut antara satu minggu atau lebih, maka sakit tenggorokan dan suara serak pun tak akan bisa kamu hindari.

Dikenal pula dengan sebutan paringitis, sakit tenggorokan ini bisa bersifat akut dan hanya berlangsung beberapa hari saja. Tetapi tak menutup kemungkinan berubah menjadi kronis jika tak segera diobati.

Kebanyakan sakit tenggorokan adalah hasil dari virus biasa dan bisa sembuh setelah post-nasal drip berhasil kamu atasi. Tetapi jika infeksi bakteri sudah mengakar di sana, maka radang tenggorokan akan bertahan lebih lama sekalipun sinusitis sudah berhasil kamu sembuhkan. 

6. Batuk Parah

Post-nasal drip bisa menyebabkan radang tenggorokan, dan radang tenggorokan bisa membuat kamu mengalami batuk. Gejala berkelanjutan ini harus kamu segera atasi jika tidak ingin mengundang komplikasi yang berbahaya. 

Batuk-batuk bisa terjadi semenjak sensasi gelitik mulai kamu rasakan di awal-awal post-nasal drip. Gelitik ini muncul sebagai akibat dari jumlah lendir yang mengering lebih banyak dari biasanya.

Meskipun sinusitis akut hanya berlangsung kurang dari empat minggu, tetapi efek batuk-batuknya bisa membandel bahkan sampai lebih dari 12 minggu. 

7. Bau Mulut

Memang nampak seperti tak berhubungan, tapi jika ditilik lebih lanjut, bau mulut bisa saja terjadi pada penderita sinusitis. Kondisi ini terjadi sebagai akibat dari mulut kering tepat setelah kamu mengalami post-nasal drip.

Ditambah lagi, ada kemungkinan bersemayamnya gumpalan koloni bakteri di area tenggorokan dan mulut kamu. Koloni ini kemudian bisa menciptakan bau mulut dan memperarah keadaannya sehingga sangat sulit untuk diobati.

Tetapi bukan berarti tidak ada cara yang bisa kamu lakukan. Adapun cara ampuh untuk mengobati bau mulut akibat sinusitis diantara banyak makan serat, hindari minuman beralkohol dan kafein, gunakan antihistamin serta dekongestan untuk mengobati radang hidung atau sinus yang tengah terjadi.

Pastikan juga kamu hindari asupan makanan yang bisa memicu bau mulut tambah parah termasuk bawang putih, bawang merah, jengkol, dan petai.

0 Komentar untuk " 7 Tanda Terkena Sinusitis, Obati Sebelum Terkena Meningitis"

Back To Top